Sabtu, 12 April 2025

Isra’ Mi’raj

🕌 Kejanggalan Sejarah dan Teologis dalam Narasi Isra’ Mi’raj

🔹 1. Ayat Al-Qur’an Tentang Isra’ Mi’raj

Peristiwa Isra’ Mi’raj disebut dalam Surah Al-Isra’ (17:1):

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ...
“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya...”
QS Al-Isra' 17:1

Ayat ini menjadi dasar utama dalam Islam mengenai perjalanan malam Muhammad dari Mekah ke "Masjidil Aqsa" di Yerusalem.



🔹 2. Fakta Sejarah: Masjid Belum Ada di Yerusalem Saat Itu

Berdasarkan sumber sejarah Islam sendiri:

  • Nabi Muhammad hidup antara 570–632 M, dan Isra’ Mi’raj diyakini terjadi sekitar tahun 620–621 M, satu tahun sebelum hijrah.

  • Kota Yerusalem baru ditaklukkan oleh Muslim pada tahun 637–638 M, di bawah Khalifah Umar bin Khattab.

  • Masjid di Yerusalem (Kubah Batu atau Dome of the Rock) baru dibangun tahun 691 M oleh Khalifah Abdul Malik.

📌 Artinya: pada saat Isra’ Mi’raj terjadi, belum ada masjid di Yerusalem — baik Masjidil Aqsa maupun Dome of the Rock — karena umat Muslim belum hadir di sana.


🔹 3. Pertanyaan Kritis: Muhammad "diperjalankan" ke masjid yang belum ada?

Jika Muhammad diperjalankan ke “Masjidil Aqsa”:

  • Masjid apa yang dimaksud dalam QS 17:1?

  • Yerusalem adalah kota Kristen/Bizantium saat itu. Tidak ada masjid, tidak ada Muslim di sana.

  • Bahkan bangunan masjid secara fisik (Aqsa/Dome) belum eksis hingga 50–70 tahun kemudian.

🧠 Maka, jika peristiwa itu benar-benar fisik dan literal (bukan hanya mimpi atau penglihatan), ini menimbulkan kejanggalan historis yang besar.


🔹 4. Argumen Muslim: Masjid = Tempat Suci Secara Umum?

Sebagian apolog Islam berargumen bahwa:

“Masjidil Aqsa di ayat itu hanyalah tempat suci secara spiritual, bukan bangunan fisik.”

Namun, argumen ini tidak konsisten:

  • Dalam hadis-hadis sahih, Muhammad dikisahkan memimpin shalat di dalam masjid dan bertemu para nabi secara jasmani.

  • Kata "masjid" (مسجد) dalam Al-Qur’an umumnya merujuk pada tempat ibadah fisik yang dapat diakses.

  • Umat Islam memperingati Isra’ Mi’raj sebagai perjalanan fisik — bukan penglihatan batin atau mimpi.

🚨 Maka: Mengklaim "masjid yang belum dibangun" sebagai lokasi peristiwa nyata merusak konsistensi internal Islam itu sendiri.


🔹 5. Analisis Apologetis: Narasi Fiktif untuk Kepentingan Politik?

Beberapa sejarawan dan kritikus berpendapat bahwa kisah Isra’ Mi’raj dengan rujukan ke Yerusalem adalah:

  • Sebuah rekonstruksi teologis-politik dari periode Kekhalifahan Umayyah.

  • Saat itu, Abdul Malik membangun Dome of the Rock (691 M) di Yerusalem untuk:

    • Menandingi kota suci Kristen.

    • Mengalihkan perhatian umat Islam dari Mekah (karena sedang dikontrol oleh musuh politiknya Ibn Zubayr).

    • Menciptakan narasi bahwa Yerusalem juga memiliki kaitan spiritual dengan Islam.

🧩 Maka, peristiwa Isra’ Mi’raj kemungkinan besar disusun dan ditafsirkan ulang secara politis setelah Muhammad wafat.


✝️ Kesimpulan

  • Narasi Isra’ Mi’raj ke Masjidil Aqsa mengalami keretakan fatal secara sejarah.

  • Tidak mungkin Muhammad pergi ke masjid yang belum ada, di kota yang belum dikuasai Muslim.

  • Ini menunjukkan bahwa sebagian doktrin dalam Islam berdiri di atas landasan fiksi dan legitimasi politik, bukan pada peristiwa sejarah nyata.

  • Sebaliknya, iman Kristen berakar pada peristiwa sejarah yang teruji: Yesus yang hidup, mati disalib di bawah Pontius Pilatus, dan bangkit secara fisik, yang disaksikan ratusan saksi nyata.

📖 “Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” — Yohanes 8:32

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kodeks Sinaiticus

Kodeks Sinaiticus adalah salah satu manuskrip Alkitab tertua dan terpenting dalam sejarah Kekristenan. Berikut adalah penjelasan lengkapnya...